Di tengah berkembangnya industri kreatif Indonesia, hadir sebuah label fashion yang tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga membawa misi pemberdayaan sosial.
Adalah Ja'mong Atelier, sebuah rumah mode yang didirikan oleh Olayvia Putri Hindiarto pada 26 September 2022 di Jakarta.
Lahir dari pengalaman berharga saat mengikuti program pertukaran pelajar di Spanyol, Olayvia mendapatkan perspektif baru mengenai peran generasi muda di era modern. Menurutnya, anak muda tidak seharusnya hanya terpaku menjadi pekerja atau karyawan, tetapi juga berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan.
"Sepulang dari student exchange di Spanyol saya memetik makna bahwa di era modern ini, generasi muda tidak hanya terbatas menjadi seorang pekerja atau karyawan, melainkan harus berani berkreasi dalam menghasilkan produk lokal hingga akhirnya menjadi wirausahawan yang dapat membuka lapangan pekerjaan dan bahkan menggerakkan roda ekonomi Indonesia," ujar Olayvia.
Berbekal gelar sarjana desain dan kecintaannya terhadap dunia fashion, Olayvia melihat peluang besar untuk menghadirkan karya yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga mampu memberdayakan penjahit dan perajin lokal.
Ja'mong Atelier memiliki identitas yang kuat pada kerajinan tangan dan keterampilan para perajinnya. Sentuhan wastra Nusantara kerap dihadirkan dalam setiap rancangan sebagai upaya menjaga budaya Indonesia tetap relevan di tengah perkembangan fashion modern.
"Identitas Ja'mong menitikberatkan pada kerajinan dan keterampilan tangan. Kami kerap menggunakan sentuhan wastra untuk menjaga budaya agar tetap relevan di era fashion modern," katanya.
Meski masih dalam tahap merintis, Ja'mong Atelier telah menyasar pasar generasi muda dengan segmentasi menengah ke atas. Apresiasi terhadap karya-karya mereka pun datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara.
"Syukurnya karya Ja'mong mendapatkan apresiasi dan pelanggan dari Malaysia serta Amerika Serikat," ungkapnya.
Keunikan Ja'mong terletak pada proses pengerjaan yang mengedepankan sentuhan tangan para perajin. Hal ini membuat setiap karya memiliki karakter yang khas dan sulit untuk ditiru secara identik.
"Yang membedakan Ja'mong adalah karya kerajinan tangan sehingga apabila ingin menduplikat satu produk akan sulit untuk disamai," jelas Olayvia.
Selain menghadirkan koleksi fashion eksklusif, Ja'mong Atelier juga dipercaya merancang busana untuk berbagai momen penting, mulai dari ajang pageant, gala premiere, pertunjukan seni, idol dan penyanyi, hingga acara wisuda.
Dalam perjalanan membangun usaha, Olayvia mengaku banyak merasakan suka dan duka. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah ketika hasil kerja keras para penjahit dan perajin mendapat apresiasi dari masyarakat.
"Suka yang paling berkesan adalah saat karya dari hasil kerja keras tim penjahit dan perajin diapresiasi oleh customer maupun masyarakat."
Namun di sisi lain, ia juga merasakan kekecewaan ketika sebuah karya tidak mendapatkan penghargaan yang layak.
Meski demikian, semangat Ja'mong tetap teguh dalam menjalankan misi sosialnya. Pemberdayaan penjahit dan perajin lokal menjadi nilai yang terus dijaga tanpa memandang usia maupun latar belakang pendidikan.
"Pemberdayaan penjahit dan perajin lokal tidak dibatasi oleh usia atau latar belakang pendidikan. Banyak dari mereka yang lansia, tamatan SMA, dan menjadi tulang punggung keluarga. Ja'mong berfokus pada keahlian dan dedikasi individu dalam bekerja."
Bagi Olayvia, kesuksesan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pencapaian pribadi atau keuntungan bisnis.
"Ja'mong percaya kesuksesan bukan hanya pencapaian pribadi, namun bagaimana orang di sekitar kita bisa ikut menjadi sukses karena kita."